Kembalikan Kejayaan Udang Windu

By | January 3, 2018

Untuk menjaga dan mengembalikan kejayaan udang hitam di Indonesia, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya secara konsisten mengembangkan komoditas tersebut. BBPBAP Jepara ditunjuk sebagai pusat induk yang bertanggung jawab untuk memelihara keberadaan udang windu dalam bisnis budidaya udang nasional.
“Setelah kegagalan udang hitam akibat wabah white spot dalam beberapa dekade terakhir, yang membuat pamor udang jenis ini semakin redup. Oleh karena itu, dengan membangun pusat induk udang windu untuk menghasilkan induk yang berkualitas dan bebas virus, ini akan mengembalikan kejayaannya. Kami akan terus fokus mengembangkan udang ini, beberapa daerah, terutama di Kalimantan dan Aceh, kami secara khusus mempersiapkan pengembangan udang windu, “jelas Slamet.

Melalui rekayasa, BBPBAP telah melakukan pengembangbiakan udang windu, yang hingga kini telah menghasilkan udang windu generasi ke-9 (G-9) dan generasi ke-1 (G-1) dengan total 400 generasi masing-masing 3.000. Menurut Sugeng, dengan ketersediaan induknya, ia mampu menghasilkan kentang goreng mencapai 4,8 juta dari G-9 dan 36 juta dari orangtua G-1.

“Permintaan udang menunjukkan peningkatan yang signifikan, dan produksi kami akan memasok kentang goreng di seluruh Indonesia, terutama di Jawa dan Kalimantan,” kata Sugeng.

BBPBAP Jepara juga telah melakukan kegiatan restocking untuk 200.000 udang windu di Perairan Wedung, Kabupaten Kedung, Jepara. Hal ini dimotivasi oleh kenyataan bahwa saat ini orang cenderung menemukan udang hitam di alam, terutama untuk kebutuhan mereka.

“Upaya restocking ini merupakan bagian dari tanggung jawab KKP untuk menjaga kelestarian udang windu di alam, karena windu adalah udang asli Indonesia. Kita harus mempertahankan plasma kita yang sudah mati. Selain itu, sebagai bentuk partisipasi KKP dalam menerapkan Keanekaragaman Hayati Indonesia Strategi dan Rencana Aksi (IBSAP) pada 2015 hingga 2020 mendatang, yang telah ditentukan oleh Bappenas, “kata Slamet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *