KKP Kembangkan Budidaya Rajungan

By | February 21, 2018

Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP) bersama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) bekerja sama untuk mengembangkan benih kepiting skala besar. Ini terbukti pada tahun 2017 bahwa DJPB menargetkan untuk memproduksi hingga 800.000 biji kepiting, naik 532% dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2016 yang hanya sebesar 126.400.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto juga mengungkapkan bahwa program pengembangan benih rajungan sangat mendesak karena stoknya menurun. Alasannya, minat terhadap kepiting cukup tinggi, terutama pasar ekspor di sejumlah negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kepiting dan kepiting pada 2015 mencapai 29.038 ton dengan nilai US $ 321.842.

“Tingginya permintaan di pasar ekspor ini telah memicu eksploitasi berlebihan di berbagai daerah sehingga saat ini stoknya terus menurun,” kata Slamet, seperti dilansir Kontan beberapa waktu lalu.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan stok kepiting di alam. Karena itu, KKP mendorong pengembangan kepiting dengan sistem budidaya. Kepala Pusat Perikanan Budidaya Air Payau Sulawesi Selatan (BPBAP) Takalar, Nono Hartono, mengatakan, pihaknya sudah bisa memproduksi biji rajungan dalam jumlah besar. Dia mengatakan, beberapa tahun yang lalu BPBAP Takalar terus melakukan upaya untuk merekayasa benih pada komoditas ini dan hasilnya saat ini cukup memuaskan.

Nono mengatakan bahwa PT Kemilau Bintang Timur (KBT), salah satu perusahaan pengolahan kepiting, menyatakan bahwa ia tertarik untuk melakukan budidaya kepiting langsung di kolam. Sejak 2015, perjanjian kerja sama telah disetujui untuk pengembangan budidaya kepiting, dengan benih dipasok dari BPBAP Takalar. Produksi kepiting KBT tidak lagi tergantung pada hasil tangkapan nelayan di laut.

Hingga 2016, BPBAP Takalar telah menimbun kembali 2.3 juta benih kepiting, yang tersebar di perairan Kabupaten Takalar, Kabupaten Maros, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Pangkep. Sementara itu, tahun ini, direncanakan untuk melakukan restocking lebih lanjut sekitar 450.000 di beberapa daerah di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *