KKP Kembangkan Udang Putih Asli Indonesia

By | June 4, 2018

Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP) melalui Pusat Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, sedang mengembangkan galur udang baru, yaitu Penaeus merguensis atau dengan nama lokal udang putih. Dalam teknik budidaya sendiri, udang ini diklasifikasikan sebagai jenis baru dan merupakan udang asli Indonesia.
Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, mengungkapkan bahwa udang merguensis adalah udang asli Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurutnya, KKP melalui BBPBAP Jepara akan mulai menginisiasi pengembangan jenis ini.

“Kami akan membesarkan udang merguensis sebagai kandidat baru di bisnis pergudangan nasional. Apalagi ini adalah udang asli Indonesia sehingga kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga keanekaragaman spesies udang lokal Indonesia,” kata Slamet, beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Kompas (9/6).

Dijelaskan bahwa ketersediaan induk hampir tersedia di seluruh perairan Indonesia sehingga memudahkan pengembangan komoditas ini. Siklus reproduksi udang ini juga relatif singkat dibandingkan dengan udang windu. Padahal, umur 6 bulan atau dalam ukuran 30-40 gr bisa dijadikan induk, sedangkan udang windu membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Keunggulan lain dari udang merguensis adalah pertumbuhannya yang relatif baik dengan mengandalkan pakan protein tingkat rendah, yaitu di kisaran 24-28% dan lebih banyak menggunakan detritus sehingga biaya produksi bisnis akan lebih efisien. Udang putih lebih tahan terhadap penyakit dan selain itu rasanya lebih dikenal daripada udang vaname.

“Saya pikir udang merguensis ini memiliki keunggulan komparatif, dan berpotensi menjadi peluang bisnis baru bagi petani. Ini adalah kabar baik sekaligus awal yang baik untuk pengembangan industri udang nasional di masa depan,” kata Slamet.

“Upaya rekayasa pada udang jenis ini memberikan hasil yang sangat menggembirakan, ke depan BBPBAP Jepara siap menjadi pelopor dalam pengembangan udang merguensis di seluruh Indonesia,” kata Slamet.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Pusat Budidaya Air Payau Ujung Batee (BPBAP), Aceh, telah berhasil menebar benih pisang pisang yang merupakan spesies endemik masyarakat Aceh. Eksplorasi melalui domestikasi udang asli Indonesia, selain menghasilkan nilai ekonomi, juga di sisi lain memiliki arti penting dalam menjaga kekayaan kekayaan sumber daya udang di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *