Sukses Berkat Jalankan Usaha Budidaya Ikan Bandeng dan Kerapu

By | August 6, 2018

Salah satu daerah penghasil bandeng dan kerapu adalah Desa Gondol, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng, wilayah pesisir Bali. Di daerah ini, banyak orang melakukan bisnis dalam penangkapan dua komoditas ikan. Meskipun bisnis yang mereka rintis hanyalah skala rumah tangga, ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Karena Kabupaten Gondol adalah penghasil benih bandeng terbesar di dunia.
Salah satu pengusaha sukses yang menghasilkan bandeng dan kerapu dari Desa Gondol adalah Umar Al Hadadi yang akrab disapa Pak Oye. Dikutip dari Tabloid Akuakultur Indonesia, Mr. Oye saat ini diyakini sebagai Sekretaris Asosiasi Perikanan Pantai Buleleng (P4B). P4B, yang telah vakum selama 12 tahun, akhirnya dibangkitkan dan diresmikan pada 12 Maret 2015 oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Dr. Ir. Slamet Soebijakto, MSi.

P4B terdiri dari petani ikan dan pembudidaya di Pantai Buleleng, yang memproduksi kakap putih, bandeng, belimbing, kerapu (cantang, cantik, harimau, bebek, dan sunu).

Anggota asosiasi ini sekarang berjumlah 380 orang yang mengelola 1.711 HSRT, yang tersebar di wilayah Desa Calukan Bawang hingga Desa Pemuteran, semuanya di Distrik Gondol. Produksi nener yang dihasilkan mencapai 6,1 miliar ekor per tahun.

Bapak Oye telah ada di dunia sejak tahun 2001. Awalnya, ia bekerja sebagai karyawan di perusahaan benih bandeng, CV Duta Mulia, di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng hingga 2006. Pada 2007 ia mencoba peruntungannya dalam membuat ikan sendiri. bisnis di Desa Sanga Langit dengan menyewa tanah seluas 1,5 hektar (ha).

Komoditas yang dibudidayakan adalah pembibitan bandeng dan benih kerapu. Dua tahun kemudian, Pak Oye membeli halaman belakang seluas 600 m² untuk pembibitan kerapu. Pada 2007 ia membeli tanah lagi untuk pembenihan bandeng. Setelah dua tahun, bisnis itu berubah menjadi tempat penetasan kerapu. Bisnisnya berkembang. Dia menambahkan kegiatannya melalui bekerja dengan lima tempat penetasan untuk menghasilkan telur kerapu yang berlanjut hingga hari ini.
Selain bekerja dengan sesama petani, pada 2014 Pak Oye mendirikan sebuah badan usaha bernama CV Multi Benih. Sekarang ada 23 karyawan. Pak Oye menghasilkan bandeng (nener) dengan kapasitas produksi 75.000 hingga 150.000 ekor per tiga hari. Sementara itu, kapasitas produksi pembibitan kerapu adalah 100.000 per bulan.

Harga jual benih kerapu dihitung dalam ukuran cm, harga tertinggi adalah kerapu, yaitu Rp. 2.000-3.000 per cm. Kerapu cantik Rp1.000 – Rp1.800 per cm dan kerapu macan Rp1.000 – Rp1.500 per cm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *