Yuk, Lihat Cara Pembenihan Belut dengan Benar

By | May 2, 2018

Belut adalah salah satu komoditas air tawar yang banyak dibudidayakan. Belut juga masuk ke dalam kelompok ikan. Meski masih satu keluarga dengan ikan, belut hidup dalam lumpur dengan sedikit air. Ini karena belut memiliki dua sistem pernapasan.

Jenis belut yang paling dikenal di Indonesia adalah belut padi atau Monopterus albus dan juga belut rawa atau Synbranchus bengalensis. Ada perbedaan antara belut sawah dan belut rawa yang paling mencolok. Belut beras memiliki tubuh yang pendek dan gemuk, sedangkan belut rawa memiliki tubuh yang lebih panjang dan lebih ramping.

Ada 2 segmen dalam budidaya belut, yaitu pembibitan dan pembesaran. Pembibitan memiliki tujuan menghasilkan anakan, sementara pembesaran untuk menghasilkan ukuran belut siap untuk dikonsumsi.

Berikut cara memasang benih belut yang benar untuk pemula:

Persiapan media

Media penyemaian ini disiapkan bersama dengan periode pemeliharaan induk belut. Sebab, media penyemaian belut ini membutuhkan waktu lama. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat media penyemaian belut seperti jerami, pupuk kandang, pelepah pisang, lumpur dan pengurai / EM4.

Semua bahan ini diatur dan difermentasi sampai siap sebagai tempat pemijahan belut.

Cara membuat media pemijahan:

Di bagian bawah ditempatkan sedotan setinggi 10-15 cm, lalu masukkan pupuk setinggi 10-15 cm, lalu batang pisang setinggi 10 cm. Selanjutnya, masukkan solusi bio decomposer / EM4 kemudian tutup rapat dan biarkan selama sekitar satu bulan. Setelah satu bulan, letakkan lumpur setinggi 10-15 cm dan tambahkan air setinggi 5-10 cm, lalu diamkan sekitar 2 minggu.

Untuk memastikan media siap digunakan atau tidak, tusuk media dengan bambu atau ranting ke pangkalan ketika ada banyak busa dan baunya menyengat, berarti media siap digunakan.
Persiapan induk belut siap untuk pemijahan

Setelah media siap digunakan, maka lakukan pemilihan induk belut. Anda harus bisa membedakan induk jantan dan belut betina dengan melihat fitur yang mereka miliki.

Pemijahan biji

Jika induk telah dipilih dan medianya juga siap, maka sebarkan dan buat bibit untuk menghasilkan anakan. Saat menggunakan drum plastik yang dipotong menjadi 2, induk diisi dengan rasio 1 laki-laki: 5 perempuan. Jika media pemijahan lebih besar, dapat disesuaikan.

Selama pemijahan, induk diberi makan dalam bentuk siput tumbuk atau siput atau ikan kecil. Setelah 2 minggu, periksa media, apakah ibu belut telah melahirkan atau belum. Caranya, dengan menusuk media dengan ranting dan ketika gelembung bersih muncul, colokkan cabang ke tempat itu. Juga melakukan hal yang sama di beberapa titik. Gelembung adalah tanda bahwa pemijahan telah terjadi, biarkan selama seminggu sampai media pemijahan dibongkar.

Panen biji

Pemanenan benih belut dilakukan dengan mengeluarkan media lumpur dari situs pemijahan. Kemudian tangkap benih, jika sudah terkumpul maka benih dicuci dan dimasukkan ke persemaian bibit. Pembibitan bisa dalam bentuk kolam beton, kolam terpal atau yang lainnya. Namun, jangan lupa menambahkan pelepah pisang agar biji bisa bersembunyi dan terhindar dari sengatan matahari.

Bagaimana, Anda tertarik menjalankan bisnis ini ?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *